MENGINGAT MATI

Rasulullah SAW tengah memasuki tempat yang bisaa beliau gunakan untuk sholat. Beliau melihat sekelompok orang yang sedang berbincang-bincang dan tertawa terbahak-bahak . Sabda beliau , “ Lebih baik kalian mengingat hal yang dapat memutuskan kenikmatan dunia.Perbanyaklah mengingat mati.Ingatlah ada enam kalimat yang diucapkan kuburan siang dan malam , yaitu :

1. Aku adalah rumah pengembara

2. Aku adalah rumah orang yang sendirian

3. Aku adalah rumah yang menyedihkan

4. Aku adalah rumah yang gelap

5. Aku adalah rumah yang terbuat dari tanan.

6. Aku adalah rumah bagi ular dan ulat. “

Apabila ada seorang hamba mukmin dimakamkan, kuburan berkata kepada penghuninya, “ Selamat dating bukanlah kamu dicintai oleh orang-orang yang berjalan di atas punggungku ? Ketika aku telah menguasimu pada hari ini dan menyerahnya dirimu kepadaku , kamu akan melihat perbuatanku kepadamu.” Bagi si mukmin , kuburan tersebut akan menjadi luas sejauh mata memandang , dan pintu surga akan dibuka untuknya.

Apabila yang dikubur adalah orang kafir, kuburan itu akan berkata kepadanya , “ Tidak kuucapkan selamat datang .Bukankah kamu orang yang paling benci oleh orang-orang yang berjalan diatas punggungku, ketika aku telah menguasimu pada hari ini dan menyerhnya dirimu kepadaku .” Kuburan itu pun menghimpitnya sehingga tulang rusuknya bercerai-berai .


Ujaran Rasulullah SAW tersebut diriwayatkan oleh Abu Said Al Hudry RA. Perawi hadist menuturkan, Nabi Muhammad SAW berkata sambil memberikan isyarat dengan jari-jari yang saling dimasukkan dan beliau berkata, “ Allah akan menggabungkan tujuh puluh ekor ular dan andaikata seekor ular menghembuskan nafasnya ke bumi , maka bumi tersebut tidask akan menumbuhkan tanaman untuk selama –lamanya. Ualar itu menggigitnya dan mengoyaknya cerai-berai sampai hari kiamat.sesungguhnya kubur itu sebuah taman dari pertamanan surga atau sebuah lobang dari lobang-lobang neraka. “

Ada dua kisah yang relevan dengan maksud ujaran tentang mengingat mati yaitu : Pertama , kisah yang berisi Nasihat Usman tentang Alam Kubur.Kedua, kisah Hasan Basri dengan anak Perempuan.

NASIHAT USMAN TENTANG ALAM KUBUR

Cerita ini berasal dari Abu Bakar Ismail yang bersandarkan pada Usman bin Affan RA, apabila dijelaskan tentang neraka kepadanya, maka Usman tidak menagis , dan apabila dijelaskan tentang hari Kiamat , Usman pun tidak menangis .Akan tetapi jika dijelaskan tentang kubur , Usman langsung menangis. Lalu dia ditanya,” Mengapa bisa demikian, wahai Usman?”

Jawabnya,”Bila aku didalam neraka maupun dihari kiamat, aku bersama manusia sedangkan bila aku di alam kubur , aku sendirian.”

Sesungguhnya kunci-kunci alam kubur itu ada ditangan malaikat Israfil AS dan dia pula yang kan membuka pintu-pintunya pada hari kiamat. Malaikat Israfil berkata,”Barangsiapa yang menjadikan dunia sebagai penjara baginya, kelak kuburnya akan menjadi surga untuknya. Barangsiapa menjadikan dunia sebagai surganya, kelak kuburnya akan menjadi penjara baginya.Barangsiapa terbelenggu di dunia , kematian akan melepaskannya. Dan barang siapa tidak menerima hak-haknya di dunia, dia akan memperollehnya di akhirat.

Sebaik-baik manusia adalah orang yang meninggalkan kenikmatan dunia sebelum orang itu meninggal, dan ridho kepada Tuhannya sebelum dia bertemu Tuhannya dan meramaikan kuburnya dengan amal salih sebelum memasukinya.”

KISAH HASAN AL – BASRI DAN ANAK PEREMPUAN

Hasan Al-Basri RA suatu kertika sedang duduk di depan rumahnya dan lewatlah iring-iringan jenazah di depan beliau. Dibawah keranda jenazah tersebut , ada seorang bocah perempuan dengan rambut tidak tersisir .Bocah tersebut menangis. Hasan RA kemudian berdiri dan mengikuti iring-iringan jenazah itu. Bocah itu berkata,”Wahai ayah , tidak bertemu lagi suatu hari seperti hari ini sepanjang usiaku.”

Hasan RA meralat perkataan bocah itu dengan berkata.”Ayahmu tidak akan bertemu lagi pada hri lain seperti pada hari ini.”

Usai melaksanakan Salat Jenazah , Hasan RA pulang. Esoknya Hasan duduk di depan rumahnya dan lewatlah bocah kecil itu sambil menangis hendak berziarah ke makam ayahnya . Hasan RA berkata,”Sesungguhnya bocah ini adalah orang yang di beri hikmah, maka saya akan mengikutinya.”

Ketika bocah itu sampai ke makam ayahnya, Hasan RA segera bersembunyi di bawah pohon berduri.Bocah itu memeluk makam ayahnya sehingga pipinya sampai menyentuh tanah. Bocah itu berkata,” Wahai ayah, bagaimana engkau bermalam di dalam kubur yang gelap dan sendirian tanpa lampu dan teman? Wahai ayah, pada malam kemarin aku memberikan lampu untukmu, lalu siapa membrikan lampu untukmu tadi malam ?

“Wahai ayah , pada malam kemarin aku yang memberikan tikar untukmu , lalu siapa yang memberikan tikar untukmu tadi malm? Wahai ayah, pada malam kemarin aku yang memijit tangan dan kakimum,lalu siapa yang memijitmu tadi malam ? Wahai ayah , pada malam kemarin aku yang memberimu minum , lalu siapakah yang memberimu minum tadi malam ? Wahai ayah pada malam kemarin aku yang menyelimuti tubuhmu , lantas siapakah yang menyelimuti tadi malam ? Wahai yah pada kemarin malam aku yang mengambilkan makanan jika engkau lapar padamu , lalu siapa yang mengambilkan makanan untukmu tadi malam ?”

Hasan RA menagis dan mendekati bocah itu sambil berkata,”Jangan engkau mengatakan demikian tetapi katakanlah,”Wahai ayah,kukafani engkau dengan sebaik-baik kain pembungkus ,apakah engkau tetap memakai atau telah lepas darimu?”

“Wahai ayah,aku letakkan engkau di dalam kubur dalam keadaan utuh , apakah tubuhmu masih utuh atau sudah dimakan ulat? Wahai ayah,setiap orang akan ditanya didalam kuburnya , apakah engkau bisa menjawabnya atau tidak ?”

“Wahai ayah ,kubur bisa menjadi luas atau sempit , apakah kuburmu menjdi luas atau sempit ? Wahai ayah , kain kafan dialam kubur diganti Allah dengan kafan surga atau kafan neraka?”

“Wahai ayah, kuburan akan memeluk atau menghimpit penghuninya, lalu apakah engkau dipeluk atau dihimpit kubur? Wahai ayah, dikubur tiap orang akan menyesal karena kejelekan amalnya atau sedikitnya kebaikan amalnya, apakah engkau menyesali kejelekan amalmu atau kurangnya kebaikan amalmu?”

“Wahai ayah, engkau benar-benar telah tiada, engkau tidak akan dapat bertemu lagi denganku sampai hari kianmat. Ya Allah ,janganlah Engkau menghalang-halangi keinginanku untuk bertemu dengan ayahku pada hari kiamat.”

Setelah kejadian itu, pulanglah Hasan RA besewrta bocah kecil tersebut ke rumah mereka.

Rachmanto MMTC 2009

Oase Spiritual M.Syaiful Bakhri & M.Irham Zuhdi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s